MAJENE, GARUDAPOS.ID — Upaya pencarian terhadap Saudara Rifa’i, nelayan asal Dusun Batutaku yang dinyatakan hilang sejak Kamis (29/1), kini telah memasuki hari keempat. Hingga Minggu (1/2), tim gabungan masih terus menyisir perairan perairan Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, namun hasil pencarian masih belum membuahkan titik terang.

Operasi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pos Basarnas Kabupaten Majene, Bapak Agustan. Tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, Polsubsektor Tubo Sendana, Lantamal dan BPBD Majene, serta dibantu oleh masyarakat setempat, telah memperluas area penyisiran sejak pagi hari.
Meskipun segala upaya teknis telah dikerahkan, Bapak Agustan menyampaikan bahwa tantangan di lapangan cukup berat dan hingga saat ini keberadaan korban belum terdeteksi.
“Hingga pencarian hari keempat ini, kami sampaikan bahwa hasilnya masih nihil. Belum ada tanda-tanda atau petunjuk mengenai keberadaan Saudara Rifa’i. Namun, tim tetap solid dan terus berupaya maksimal di lapangan,” jelas Agustan.

Di tengah ketidakpastian, suasana haru menyelimuti kediaman korban di Dusun Batutaku, Desa Onang. Di sela-sela proses pencarian fisik, pihak keluarga memilih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Keluarga besar beserta warga setempat menggelar pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama secara khusyuk.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa mereka tidak akan putus asa dan terus menggantungkan harapan pada keajaiban Tuhan agar Saudara Rifa’i dapat segera ditemukan.
“Kami hanya bisa berserah diri kepada Allah SWT. Selain pencarian oleh tim SAR, kami juga mengetuk pintu langit melalui doa dan bacaan Al-Qur’an. Kami berharap ada keajaiban Tuhan supaya saudara kami bisa segera kembali,” ungkap perwakilan keluarga dengan nada penuh harap.
Tim SAR gabungan direncanakan akan melakukan evaluasi pada malam ini untuk menentukan strategi pencarian di hari kelima, termasuk mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus laut di perairan Sulawesi Barat.
Masyarakat dihimbau untuk turut melaporkan jika menemukan benda-benda atau tanda-tanda yang berkaitan dengan hilangnya nelayan tersebut di sepanjang pesisir Majene.
Laporan: Abi Garudapos





