MAJENE, GARUDAPOS.ID – Pasca penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) atas peristiwa keracunan makanan yang terjadi beberapa waktu lalu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tubo Sendana di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini melakukan upaya pembenahan besar-besaran. Langkah ini diambil sebagai komitmen untuk menjamin keamanan pangan dan meminimalisir risiko serupa di masa depan.
Ketua SPPG Tubo Sendana, Amriyadi, dalam keterangannya kepada awak media pada Rabu (28/01/2026), menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh keluarga sasaran penerima manfaat atas insiden tersebut.
Amriyadi menjelaskan bahwa SPPG Tubo Sendana yang beroperasi di bawah naungan Yayasan Kreatif Jaya Perdana tengah fokus pada peninjauan lanjutan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). IKL merupakan komponen wajib untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan.
“Kami sedang melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari perbaikan sistem sanitasi, pemenuhan ketersediaan air bersih yang higienis, hingga sistem pengolahan limbah dapur sesuai standar. Selain itu, kami juga memastikan pemenuhan sertifikat halal,” ungkap Amriyadi.
Setelah seluruh standar terpenuhi dengan nilai minimal 80 poin, pihak SPPG akan menunggu rekomendasi dari Dinas Kesehatan Majene kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar dapat beroperasi kembali melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Dra. Hj. Yuliani Laupe, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan monitoring ketat terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah Majene.
“Monitoring dan evaluasi ini sangat penting sebagai bagian dari pengawasan dan pengendalian kualitas lingkungan pada program MBG yang digagas pemerintah pusat. Kami ingin memastikan keamanan dan kelayakan pangan, khususnya bagi anak-anak penerima manfaat,” tegas Yuliani.
Upaya pembenahan di Majene ini sejalan dengan surat edaran Kementerian Kesehatan (SE No. HK.02.02/C.I/4202/2025) mengenai percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi untuk SPPG di seluruh Indonesia. Pemerintah mendorong agar setiap dapur SPPG mencapai standar kualitas yang ketat di awal tahun 2026 ini.
Dengan pembenahan menyeluruh ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Tubo Sendana dapat kembali berjalan dengan standar keamanan pangan yang jauh lebih tinggi, demi mendukung kesehatan dan kecerdasan generasi muda di Sulawesi Barat.(*)






