GARUDAPOS.ID | MAJENE – Harapan baru muncul bagi para petani durian di Kecamatan Tammerodo. PT. Dharma Guna Wibawa (DGW) bekerja sama dengan Asosiasi Petani Durian Sulawesi Barat menggelar kegiatan penyuluhan pertanian intensif yang berlokasi di Desa Awo, tepatnya di kawasan kebun durian premium “UMA PARASSA” milik Asdar, salah satu pengurus inti asosiasi, pada Jumat (23/01/2026).

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas banyaknya petani durian di Kecamatan Tammerodo yang gagal menikmati hasil kebun mereka tahun ini. Meskipun harga pasar durian jenis Montong cukup menjanjikan—berada di kisaran Rp25.000 per kilogram—banyak hasil panen yang rusak dan tidak layak jual.
Kegagalan ini ditengarai akibat minimnya pemahaman petani mengenai kebutuhan unsur hara dan nutrisi tanaman pada setiap fase pertumbuhannya. Melalui kolaborasi ini, PT. DGW hadir memberikan edukasi teknis agar petani mampu memberikan nutrisi yang tepat sejak fase vegetatif hingga pembuahan.

Penyuluhan ini disambut hangat oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Awo, Bapak Mudar. Ia menilai edukasi langsung di lapangan seperti ini sangat dibutuhkan oleh petani lokal untuk meningkatkan kualitas produksi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Pengetahuan tentang nutrisi tanaman adalah kunci agar durian kita memiliki daya saing dan kualitas premium,” ujar Mudar.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran perwakilan petani yang tidak hanya datang dari Desa Awo, tetapi juga dari Desa Seppong, Desa Ulidang, Desa Tallambalao, hingga petani dari Kecamatan Ulumanda.

Meski tidak dapat hadir secara fisik di lokasi, Ketua Asosiasi Petani Durian Sulawesi Barat, Sumargani, menyampaikan pesan melalui sambungan telepon. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT. DGW, pihak PPL, serta para petani yang hadir.
“Terima kasih atas semangat para petani dan dukungan PT. DGW. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi penggiat durian. Insyaallah, pada kegiatan selanjutnya saya akan hadir langsung untuk menyapa seluruh teman-teman petani di lapangan,” ungkap Sumargani.
Dengan adanya edukasi ini, para petani berharap musim tanam mendatang dapat memberikan hasil yang maksimal dan mengembalikan kejayaan durian Sulawesi Barat, khususnya di wilayah Tammerodo.(Abi/Asdar)






