MAJENE, GARUDAPOS. ID – Kabar mengejutkan datang dari lingkup Pemerintah Kabupaten Majene. Salah satu pejabat eselon II senior, Inindria, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Majene, santer dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.
Isu ini mulai mencuat ke publik saat Inindria terpantau tidak menghadiri kegiatan retret resmi Pemkab Majene yang dilaksanakan di Makassar pada 9 hingga 11 Januari 2026. Absennya sosok yang dikenal “tidak neko-neko” ini memicu spekulasi kuat di kalangan pegawai dan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, alasan utama pengunduran diri Inindria berkaitan dengan keinginan pribadi untuk lebih fokus menjalankan ibadah. Namun, di sisi lain, beredar isu bahwa langkah tersebut juga dipicu oleh beban tanggung jawab di dinas yang dipimpinnya.
Persoalan operasional seperti upah tenaga kebersihan yang belum terbayarkan pada akhir tahun 2025, serta tunggakan pembayaran BBM di salah satu SPBU yang belum terealisasi, disinyalir menjadi beban berat bagi jabatan yang ia emban.
Menanggapi isu tersebut, Kepala Badan Kepegawaian, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Majene, Hj. Fatmawati Rahim,saat dikonfirmasi pada Senin (12/1/2026). Ia menyatakan bahwa secara administratif, pihaknya belum menerima surat resmi terkait pengunduran diri tersebut.
“Kami juga mendengar informasi itu saat masih di Makassar. Kabar yang kami terima, Bapak Bupati belum memberikan restu atau izin terkait rencana pengunduran diri tersebut,” ungkap Hj. Fatmawati.
Hingga saat ini, Hj. Fatmawati mengaku belum mengetahui secara pasti alasan mendasar di balik langkah Inindria tersebut, mengingat belum ada dokumen tertulis yang masuk ke mejanya.
Inindria merupakan pejabat yang memiliki rekam jejak strategis di Pemkab Majene. Sebelum menjabat sebagai Kepala DLHK pada medio 2021, ia pernah menduduki posisi sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Lulusan Magister Sains ini dikenal sebagai birokrat yang berintegritas dan memiliki dedikasi tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele maupun Inindria sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik jabatan di DLHK ini. Situasi di lingkungan DLHK Majene tetap berjalan, meski desas-desus pengunduran diri pimpinan mereka terus menjadi perbincangan hangat. (TIM)






