MAJENE, GARUDAPOS.ID – Pemerintah Desa Seppong, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, menutup tahun 2025 dengan aksi nyata di bidang kesehatan. Pada Rabu (31/12/2025), Pemdes Seppong menggelar penyuluhan khusus bagi remaja putri dan ibu hamil sebagai langkah strategis pencegahan stunting sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Seppong ini menghadirkan narasumber ahli, yakni Hj. Ernawati, SKM dari Puskesmas Tammerodo, serta Muhammad Afdal dan Ibu Jasmani dari penyuluh KB. Turut hadir memantau langsung kegiatan tersebut, Kepala Desa Seppong, Bapak Mawardi, S.P..
Dalam sambutannya, Kepala Desa Seppong, Bapak Mawardi, S.P., menekankan bahwa kunci keberhasilan penanganan stunting terletak pada kesadaran kelompok prioritas, yaitu remaja putri dan ibu hamil.
“Persoalan stunting adalah masalah kualitas generasi masa depan Desa Seppong. Kepada adik-adik remaja putri, saya berpesan untuk menjaga kesehatan dan menghindari pernikahan usia dini, karena kesiapan fisik dan mental adalah kunci awal mencegah lahirnya anak stunting,” tegas Mawardi dalam arahannya.

Lebih lanjut, beliau juga memberikan penguatan kepada para ibu hamil agar lebih disiplin dalam menjaga asupan nutrisi. “Pemerintah desa akan terus melakukan pendampingan. Saya berharap ibu-ibu menjaga kesehatan fisik maupun mental selama fase kehamilan dan memastikan asupan gizi yang seimbang agar kelak melahirkan anak yang sehat,” tambahnya.
Penyuluhan ini membedah dua substansi utama:
Bagi Remaja Putri: Edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan dampak jangka panjang pernikahan dini terhadap risiko stunting pada anak.
Bagi Ibu Hamil: Pendampingan teknis mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat selama masa kehamilan.
Para pemateri dari Puskesmas dan petugas KB memberikan panduan praktis mengenai menu gizi seimbang yang terjangkau namun kaya nutrisi untuk mencegah gangguan pertumbuhan pada janin.
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Desa Seppong dalam mewujudkan target Zero Stunting. Dengan melibatkan lintas sektor—mulai dari pemerintah desa, petugas kesehatan, hingga penyuluh KB—diharapkan masyarakat semakin proaktif dalam memeriksakan kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi keluarga.(Rls/Abi Garudapos)






