Majene, Garudapos.id – Gemuruh ombak dan semangat juang para pelaut tradisional mewarnai Final Lomba Sandeq Teluk Mandar atau Sandeq Segitiga Tahun 2025. Acara akbar yang dihelat di Anjungan Pantai Labuang ini tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga momentum penting untuk menggali potensi ekonomi kreatif daerah. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majene, Bapak Jasman, S.IP, hadir memberikan dukungan penuh, sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemenang.

Atmosfer kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, M.M, yang didampingi Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri, S.E, M.M. Jajaran pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Majene, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari tingkat provinsi hingga kabupaten, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Vertikal Kabupaten Majene, serta segenap panitia dan peserta Sandeq Segitiga turut memadati lokasi acara.

Bapak Jasman, S.IP, dalam sambutannya menekankan pentingnya pelestarian budaya Sandeq sebagai aset daerah yang bernilai ekonomis. “Sandeq bukan hanya sekadar perahu tradisional, tetapi juga representasi identitas dan jati diri masyarakat Mandar,” tegasnya. “Melalui lomba Sandeq, kita tidak hanya menghidupkan kembali tradisi leluhur, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.”
Lebih lanjut, Bapak Jasman menjelaskan bahwa lomba Sandeq dapat menjadi daya tarik wisata yang mampu mendongkrak pendapatan daerah. “Event ini dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Dengan demikian, akan tercipta multiplier effect yang positif bagi perekonomian lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, kerajinan tangan, hingga transportasi,” paparnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bapak Jasman S.IP secara simbolis menyerahkan Piala dan Uang Pembinaan kepada peserta Sandeq segitiga yang berhasil meraih juara 5. Beliau berharap, penghargaan ini dapat memotivasi para pelaut muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan melestarikan tradisi Sandeq.
“Kami di DPRD Majene berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya,” janji Bapak Jasman. “Kami akan mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran yang memadai untuk kegiatan-kegiatan pelestarian budaya, serta memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku ekonomi kreatif.”
Selain itu, Bapak Jasman juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam memajukan daerah. “Mari kita jadikan Sandeq sebagai ikon budaya yang membanggakan, sekaligus sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Dengan kerja keras dan kebersamaan, kita dapat mewujudkan Majene yang lebih maju, sejahtera, dan berbudaya,” pungkasnya.
“Kembali Bapak Jasman menambahkan, Bagi para sandeq yang belum juara tahun ini, tetap semangat, perjuangan tahun depan untuk juara masih ada kesempatan, “tambahnya
Acara final Lomba Sandeq Teluk Mandar 2025 ditutup oleh Gubernur Sulawesi Barat. Semangat kebaharian dan optimisme akan masa depan Majene yang lebih baik terpancar dari wajah setiap pengunjung yang hadir.
Penulis: Abi Garudapos






