Majene Mantapkan Diri Sebagai Pusat Karantina Hewan Terdepan dengan Pembangunan IKH Modern: Sinergi Kuat untuk Peningkatan Ekonomi Daerah

Majene,Garudapos.id – Kabupaten Majene terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat posisinya sebagai pusat lalu lintas hewan ternak yang aman dan terpercaya di Sulawesi Barat. Pemerintah Kabupaten Majene menyambut positif inisiatif pembangunan Instalasi Karantina Hewan (IKH) modern di wilayahnya. Kepala Badan Karantina Indonesia (Baranti) Sulawesi Barat baru-baru ini melakukan kunjungan penting kepada Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri, S.E, M.M, untuk membahas detail rencana ambisius ini.

Pemilihan Kabupaten Majene sebagai lokasi strategis untuk pembangunan IKH didasarkan pada posisinya yang krusial sebagai pintu gerbang lalu lintas ternak antar pulau. Dua pelabuhan utama, Pelabuhan Passarangan dan Pelabuhan Palipi, menjadi urat nadi pengiriman ternak ke berbagai wilayah di Kalimantan. Kehadiran IKH di Majene akan secara signifikan mempermudah proses karantina bagi para pelaku usaha peternakan, yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke Botteng, Mamuju.

“Dengan adanya IKH di Majene, kita tidak hanya memangkas biaya dan waktu transportasi bagi para peternak, tetapi juga meningkatkan efisiensi pengawasan kesehatan hewan ternak,” ujar Bupati Andi Achmad Syukri dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Rumah Jabatan Bupati pada hari Rabu (3/9). Beliau menekankan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Majene untuk mewujudkan proyek strategis ini.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Andi Achmad Syukri segera menginstruksikan pertemuan koordinasi antara bidang aset daerah, Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan untuk mengidentifikasi lahan potensial yang memenuhi persyaratan teknis pembangunan IKH. Pemerintah Kabupaten Majene siap menyediakan lahan yang strategis dan representatif sebagai wujud dukungan nyata terhadap program ini.

Pertemuan penting ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya:

– Aisyah Noor, SP, MAP (Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kab. Majene)

– Umar, S.Pi., M. Si., MM (Kepala Badan Karantina Indonesia Sulawesi Barat)

– drh. Sri Widayati, M. Sc (Ketua Tim Kerja Karantina Hewan)

– Nurhaeda, S. Pi., M. Si (Katim KI)

– Rahmawati, S. Si (Katim KT)

– drh. Murdiana (Dokter Hewan)

– drh. I Gusti Bagus Ari Purwanda (Dokter Hewan)

– drh. M. Fauzi Asjikin (Dokter Hewan)

– M. Jaya Panyuwa (Paramedik Karantina Hewan)

– Rahmat Hamci (TPHPI)

– Andi Tharizanagauleng (Paramedik Karantina Hewan)

– Khoiril Anwar (Pemeriksa Karantina Tumbuhan)

Kepala Badan Karantina Indonesia (Baranti) Sulawesi Barat menyampaikan apresiasi atas respons positif dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Majene. Beliau menjelaskan bahwa pembangunan IKH di Majene akan dilengkapi dengan fasilitas modern dan teknologi terkini untuk memastikan proses karantina berjalan efektif dan efisien.

“IKH Majene akan menjadi model percontohan karantina hewan yang mengedepankan standar internasional dan praktik terbaik. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang prima kepada para pengguna jasa dan mendukung pengembangan sektor peternakan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Pembangunan IKH di Majene merupakan sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah Kabupaten Majene dan Badan Karantina Indonesia. Diharapkan, kehadiran IKH ini tidak hanya memfasilitasi lalu lintas ternak yang aman dan sehat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Majene dan Sulawesi Barat pada umumnya.

Dengan langkah ini, Majene semakin memantapkan diri sebagai pusat karantina hewan terdepan yang berkontribusi pada peningkatan kualitas peternakan dan perlindungan kesehatan hewan di tingkat regional dan nasional.

Penulis:Abi Garudapos

related

Scroll to Top