Majene, Garudapos.id – Menyusul adanya diskusi dan perhatian publik di media sosial, khususnya Facebook, terkait penanganan pasien rujukan di RSUD Majene, pihak rumah sakit secara resmi memberikan klarifikasi komprehensif. Klarifikasi ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat, serta menegaskan komitmen RSUD Majene dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik. Jum’at (8/8/25).
Direktur RSUD Majene, dr. Hj. Yupie Handayani, M.Kes, dalam keterangannya menjelaskan secara rinci mengenai prosedur penanganan pasien rujukan dari Puskesmas (PKM) serta kondisi fasilitas yang ada di rumah sakit. Beliau menekankan bahwa RSUD Majene selalu berupaya untuk mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien.
“Kami sangat menghargai perhatian masyarakat terhadap pelayanan di RSUD Majene. Oleh karena itu, kami merasa perlu untuk memberikan penjelasan yang lengkap agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujar dr. Yupie saat ditemui awak media.
Penanganan Pasien Rujukan Gawat Darurat:
Dr. Yupie menjelaskan bahwa RSUD Majene memiliki prosedur khusus untuk menangani pasien rujukan, terutama dalam kondisi gawat darurat. Beliau menegaskan bahwa PKM di wilayah Majene diberikan keleluasaan untuk langsung membawa pasien dengan kondisi kritis ke RSUD tanpa harus menunggu proses administrasi yang berbelit.
“Kami memahami bahwa dalam situasi gawat darurat, waktu adalah faktor krusial. Oleh karena itu, kami menginstruksikan kepada seluruh petugas untuk segera memberikan penanganan medis kepada pasien yang datang, tanpa memandang status atau prosedur administrasi,” tegasnya.
Dalam hal ketersediaan tempat tidur, dr. Yupie menjelaskan bahwa jika tempat tidur di IGD penuh, PKM diminta untuk meninggalkan brankar ambulans sebagai tempat sementara bagi pasien. Hal ini dilakukan agar pasien tetap mendapatkan penanganan yang memadai sambil menunggu ketersediaan tempat tidur yang sesuai.
“Kami menyadari bahwa meninggalkan brankar ambulans mungkin menimbulkan ketidaknyamanan bagi PKM. Namun, kami berharap hal ini dapat dimaklumi demi kepentingan pasien. Kami akan berupaya secepat mungkin untuk menyediakan tempat tidur yang layak bagi pasien,” tambahnya.
Selain itu, dr. Yupie juga menekankan pentingnya koordinasi antara PKM dan UGD RSUD sebelum merujuk pasien. PKM diharapkan menghubungi UGD untuk menyampaikan kondisi pasien agar tim medis di RSUD dapat bersiap dan memberikan penanganan yang lebih efektif. Koordinasi ini menjadi sangat penting terutama jika rujukan tidak melalui sistem rujukan terintegrasi (Sisrute).
“Komunikasi yang baik antara PKM dan RSUD sangat penting untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang optimal. Dengan mengetahui kondisi pasien sebelumnya, kami dapat mempersiapkan peralatan dan tenaga medis yang dibutuhkan,” jelasnya.
IGD RSUD Majene selalu memprioritaskan pasien dengan kondisi gawat darurat, terutama dengan nilai GCS (Glasgow Coma Scale) di bawah 14. Pasien dengan kondisi ini akan segera mendapatkan penanganan medis tanpa harus menunggu lama, meskipun kondisi tempat tidur sedang penuh. Pasien dengan GCS normal pun tetap diterima, dengan catatan PKM bersedia meninggalkan brankar ambulansnya.
Perbaikan Fasilitas Ruangan Mawar:
Terkait dengan kondisi ruangan pasien, khususnya di Ruangan Mawar, dr. Yupie menjelaskan bahwa saat ini AC Central di ruangan tersebut sedang dalam perbaikan. Pihak rumah sakit telah berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat proses perbaikan agar pasien dapat merasa lebih nyaman.
“Kami menyadari bahwa kondisi AC yang tidak berfungsi dengan baik dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien. Kami mohon maaf atas hal ini. Kami sedang berupaya secepatnya menyelesaikan perbaikan agar pasien dapat merasa lebih nyaman selama menjalani perawatan,” ungkapnya.
Sebelum pasien menempati ruangan, petugas/perawat RSUD telah memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi ini. Pasien dan keluarga kemudian menandatangani surat persetujuan setelah memahami kondisi ruangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pasien dan keluarga telah mendapatkan informasi yang jelas dan transparan.
Tapi ini biasanya jadi masalah dilapangan jika pasien atau keluarganya tidak sesuai aturan, tidak mengurus secara langsung, tapi menyuruh orang yg bekerja dirumah sakit, untuk mengurusnya, dimana orang rumah sakit yg mengurus, hanya melaksanakan saja tanpa mengetahui apakah pasien atau keluarga sudah paham ttng aturan ini atau tidak.
Komitmen RSUD Majene:
Dr. Yupie menegaskan bahwa RSUD Majene berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan demi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Majene. Pihaknya terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun dari masyarakat.
“Kami menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu kami perbaiki. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kami, baik dari segi fasilitas maupun sumber daya manusia. Kami juga mengharapkan dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di Majene,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami kondisi sebenarnya dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat. RSUD Majene berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik dan profesional bagi seluruh masyarakat Majene.
Penulis: Abi Garudapos






