Penamatan Gabungan Khatam Al-Qur’an, dan Pawai Budaya Adat Mandar: Sebuah Perpaduan Harmonis Pendidikan, Iman, dan Budaya di Kecamatan Sendana, Majene

Majene, Garudapos.id – Suasana meriah dan penuh makna mewarnai Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Selasa, 24 Juni 2025. Pemerintah Kecamatan Sendana, berkolaborasi dengan UPTD Disdikpora Kecamatan Sendana, sukses menggelar acara terpadu yang unik dan berkesan: Perkemahan Pramuka, Penamatan Gabungan Khatam Al-Qur’an, dan Pawai Budaya Adat Mandar. Acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah perwujudan komitmen terhadap pendidikan berkualitas, penguatan nilai-nilai keagamaan, dan pelestarian budaya lokal yang kaya.

Keberhasilan acara ini tak lepas dari partisipasi aktif dari berbagai pihak. Sebanyak 25 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) di Kecamatan Sendana turut berpartisipasi, melibatkan 428 siswa (214 putra dan 214 putri) yang menunjukkan semangat belajar dan berprestasi.

Kehadiran Gubernur Sulawesi Barat, Bapak Dr. H. Suhardi Duka, M.M., menambah semarak acara dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Beliau didampingi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan mewakili Bupati Majene Bapak Drs. H. Mustamin, Camat Sendana, Bapak Nardi, S.Pd, dan Kepala UPTD Disdikpora Kecamatan Sendana, Bapak Andi Arman, S.E., M.M. Kehadiran anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat Ibu Andi Nurul Fathiyah, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Majene (Bapak M. Idwar, Bapak Jasman, S.P, Bapak Syarifuddin, Andi Angreani, Elly Sulistyowati, dan Bapak Asri Albar dari Partai NasDem), Kapolsek Sendana Iptu H. Ashari, Danramil 1401-03/Sendana Kapten Inf Wardi, para Kepala Sekolah/guru, wali murid, panitia, dan tamu undangan lainnya semakin memperkuat semangat kolaborasi dalam mendukung terselenggaranya acara ini.

Puncak acara ditandai dengan pawai budaya adat Mandar yang unik dan memukau, dikenal sebagai “Messawe To Tamma.” Pawai ini bukan sekadar atraksi budaya, melainkan juga sebuah penghargaan bagi para siswa berprestasi. Sebanyak 120 kuda ditunggangi oleh siswa-siswi terpilih yang telah menunjukkan prestasi akademik yang gemilang dan mampu mengkhatamkan Al-Qur’an. Syarat ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.

Para siswa yang berpartisipasi dalam pawai ini merupakan representasi dari generasi muda Mandar yang cerdas, beriman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya leluhurnya. Para orang tua pun turut bangga dan merasa termotivasi untuk terus mendukung pendidikan dan pengembangan potensi anak-anak mereka.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi Duka, M.M, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan acara ini. Beliau menekankan pentingnya integrasi pendidikan, nilai-nilai keagamaan, dan pelestarian budaya sebagai pilar utama pembangunan manusia seutuhnya.

Dr. H. Suhardi Duka berharap acara ini dapat menjadi agenda tahunan Kabupaten Majene, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Gubernur juga menyampaikan harapan agar acara ini dapat menginspirasi daerah lain di Sulawesi Barat untuk menyelenggarakan kegiatan serupa, sehingga dapat mendorong prestasi siswa dan melestarikan budaya lokal. Beliau juga menekankan pentingnya pendidikan dan budaya sebagai kesatuan yang tak terpisahkan dalam membentuk generasi muda yang unggul dan berkarakter.

Perkemahan Pramuka, Penamatan Gabungan Khatam Al-Qur’an, dan Pawai Budaya Adat Mandar di Kecamatan Sendana bukan hanya sebuah acara seremonial, tetapi juga sebuah investasi untuk masa depan. Acara ini telah berhasil menciptakan harmoni antara pendidikan, iman, dan budaya, membentuk generasi muda yang cerdas, beriman, dan berbudaya. Semoga acara ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dan terus berkembang menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan lebih bermakna.

Penulis: Abi Garudapos.id

related

Scroll to Top