Desa Tammerodo, Majene, Bergerak Padu Tekan Angka Stunting: Sukses Gelar Rembuk Stunting

Majene, Garudapos.id – Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting, Pemerintah Desa Tammerodo, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, mengadakan Rembuk Stunting pada Kamis, 19 Juni 2025, di Aula Kantor Desa. Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan, melainkan sebuah komitmen nyata dari seluruh elemen masyarakat Desa Tammerodo untuk bersama-sama memerangi masalah gizi kronis yang mengancam masa depan generasi penerus bangsa.

Rembuk Stunting yang dihadiri oleh lebih dari 50 peserta ini menjadi wadah penting untuk menyatukan persepsi dan strategi dalam penanggulangan stunting. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Tammerodo Sendana, Bapak Edi Bastian, S.E., yang memberikan arahan dan dukungan penuh terhadap program ini. Kehadiran Kepala Desa Tammerodo, Bapak Sopyan, menunjukkan komitmen kepemimpinan desa dalam memprioritaskan kesehatan anak. Selain itu, turut hadir pula perwakilan dari berbagai instansi terkait, antara lain: UPTD KB, Puskesmas Tammerodo yang diwakili oleh Kepala Puskesmas Hj. Andi Maspiati, A.Md. Keb, KUA Tammerodo, P3MD/Pendamping Desa, Bidan Desa, Kader Posyandu, Pendamping PKH, para Kepala Dusun se-Desa Tammerodo, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat dan agama setempat. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, instansi terkait, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tammerodo, Bapak Sopyan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mensukseskan Rembuk Stunting ini. Beliau menekankan pentingnya peran aktif seluruh warga dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memberikan dukungan kepada keluarga yang memiliki anak berisiko stunting. Bapak Sopyan juga menyampaikan rencana strategis desa dalam menyediakan akses layanan kesehatan dan gizi yang lebih baik bagi masyarakat.

Camat Tammerodo Sendana, Bapak Edi Bastian, S.E., dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif Desa Tammerodo dalam menggelar Rembuk Stunting. Beliau juga menyampaikan komitmen penuh dari pemerintah kecamatan untuk mendukung program ini dengan menyediakan sumber daya dan fasilitasi yang dibutuhkan. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antar instansi untuk memastikan efektivitas program pencegahan dan penanganan stunting.

Kepala Puskesmas Tammerodo, Hj. Andi Maspiati, A.Md. Keb., memaparkan data dan informasi terkini tentang prevalensi stunting di Desa Tammerodo, serta strategi yang akan diterapkan untuk menurunkan angka stunting. Beliau juga menjelaskan pentingnya deteksi dini stunting dan intervensi gizi spesifik bagi anak yang teridentifikasi mengalami stunting.

Rembuk Stunting ini menghasilkan sejumlah kesepakatan dan rencana aksi yang akan diimplementasikan oleh seluruh pihak yang terlibat. Kesepakatan tersebut meliputi peningkatan akses layanan kesehatan dan gizi, peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan stunting, penguatan peran kader Posyandu, serta pemantauan dan evaluasi secara berkala.

Rembuk Stunting di Desa Tammerodo menjadi contoh nyata bagaimana komitmen dan kolaborasi yang kuat dapat menghasilkan perubahan positif dalam upaya menurunkan angka stunting. Semoga keberhasilan ini dapat menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Majene dan seluruh Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Penulis : Abi Garudapos.id

related

Scroll to Top