Komitmen Bersama Tekan Stunting di Desa Seppong, Kabupaten Majene: Kolaborasi Menuju Generasi Sehat

Majene, Garudapos.id – Pemerintah Desa Seppong, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, mengadakan Rembuk Stunting pada Jumat, 13 Juni 2025. Kegiatan penting ini menandai komitmen kuat pemerintah desa, kecamatan, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengatasi permasalahan stunting dan membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Rembuk Stunting dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Tammerodo Sendana, Bapak Edi Bastian, S.E., Kepala Desa Seppong, Bapak Mawardi, S.P., Ketua dan Anggota BPD Desa Seppong, Kepala UPTD KB Kecamatan Tammerodo Sendana, Pendamping P3MD Kecamatan Tammerodo Sendana, Babinsa 03-1401/Majene, Kepala KUA Kecamatan Tammerodo Sendana, Perwakilan UPTD Puskesmas Tammerodo, perangkat desa, Karang Taruna, Bidan Desa, kader Posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan undangan lainnya.

Rembuk Stunting ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan forum diskusi dan perencanaan strategis yang komprehensif. Peserta secara aktif berpartisipasi dalam mengidentifikasi akar permasalahan stunting di Desa Seppong, menganalisis faktor-faktor penyebabnya, dan merumuskan solusi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif, menghasilkan berbagai masukan dan ide inovatif.

Beberapa poin penting yang menjadi fokus diskusi antara lain:

– Pernikahan Dini: Peserta sepakat bahwa pernikahan dini merupakan salah satu faktor risiko utama stunting. Strategi pencegahan yang efektif akan difokuskan pada edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya pernikahan dini dan pentingnya merencanakan kehamilan dengan matang. Kerjasama dengan tokoh agama dan masyarakat akan ditingkatkan untuk mensosialisasikan dampak negatif pernikahan dini.

– Peningkatan Peran Kader Posyandu: Kader Posyandu diakui sebagai ujung tombak dalam pemantauan dan pencegahan stunting. Rembuk Stunting menyepakati perlunya peningkatan kapasitas dan pelatihan bagi kader Posyandu agar mereka mampu menjalankan tugasnya secara optimal. Dukungan logistik dan operasional juga akan ditingkatkan untuk memastikan kelancaran kegiatan Posyandu.

– Pemantauan dan Penanganan Kasus Stunting: Sistem pemantauan dan penanganan kasus stunting akan diperkuat. Identifikasi dini kasus stunting akan dilakukan secara intensif melalui kegiatan Posyandu dan kunjungan rumah. Anak-anak yang teridentifikasi mengalami stunting akan mendapatkan penanganan dan intervensi yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Kerjasama dengan Puskesmas Tammerodo akan ditingkatkan untuk memastikan akses anak-anak terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.

– Keterlibatan Semua Pihak: Rembuk Stunting menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah desa hingga masyarakat, dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Kerjasama yang erat dan sinergis antara berbagai instansi dan elemen masyarakat dianggap krusial untuk keberhasilan program ini.

Sambutan diawali oleh Kepala Desa Seppong, Bapak Mawardi, S.P., menyatakan komitmennya untuk memimpin dan mengkoordinasikan semua upaya yang diperlukan untuk mengatasi masalah stunting. Beliau berharap Rembuk Stunting ini dapat menjadi titik awal perubahan menuju Desa Seppong yang lebih sehat dan sejahtera.

Sementara Camat Tammerodo Sendana, Bapak Edi Bastian, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Rembuk Stunting ini. Beliau menegaskan komitmen pemerintah kecamatan untuk mendukung penuh program pencegahan dan penanganan stunting di Desa Seppong. Beliau juga menekankan pentingnya peran aktif semua pihak dalam mewujudkan Desa Seppong yang bebas dari stunting.

Rembuk Stunting di Desa Seppong ini diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain di Kabupaten Majene dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Komitmen bersama dan kolaborasi yang kuat merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (ABI)

related

Scroll to Top