Majene, Garudapos.id — menjadi hari bersejarah bagi Desa Manyamba, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Pada hari ini, Desa Manyamba sukses menyelenggarakan Rembuk Stunting, sebuah forum penting yang bertujuan untuk merumuskan strategi komprehensif dalam pencegahan stunting dan perencanaan pembangunan desa tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Manyamba ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, menunjukkan komitmen bersama dalam upaya mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting.Pada Hari Kamis (12/6/25)

Di antara para peserta yang hadir adalah Camat Tammerodo Sendana, Bapak Edi Bastian, S.E., yang memberikan arahan dan semangat kolaborasi. Kehadiran Penjabat (Pj) Kepala Desa Manyamba, Bapak Muh. Saleh, S.Hi., menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat. Dukungan penuh juga diberikan oleh Kepala UPTD KB Kecamatan Tammerodo Sendana, Kepala UPTD Puskesmas Tammerodo, Kepala KUA Kecamatan Tammerodo Sendana, Bhabinkamtibmas, para kader Posyandu dan Bidan Desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.
Rembuk Stunting ini tidak hanya sekedar pertemuan formal. Ia menjadi wadah untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan merumuskan langkah-langkah konkret dalam mengatasi masalah stunting. Diskusi yang hangat dan konstruktif menghasilkan berbagai kesepakatan penting, termasuk komitmen untuk meningkatkan akses layanan kesehatan ibu dan anak, memperkuat peran kader Posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang anak, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat.

Pj. Kepala Desa Manyamba, Bapak Muh. Saleh, S.Hi., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran seluruh kepala dusun dalam memastikan kehadiran masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita, dalam setiap kegiatan penimbangan di Posyandu.
Beliau juga menginisiasi pemanfaatan grup komunikasi desa untuk mempermudah koordinasi dan pemantauan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan stunting, seperti program kebersihan lingkungan dan kegiatan Posyandu. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan memudahkan akses informasi bagi seluruh warga desa.
Camat Tammerodo Sendana, Bapak Edi Bastian, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Rembuk Stunting ini. Beliau menitikberatkan pentingnya kolaborasi antar sektor dan mengungkapkan keberhasilan intervensi di dua dusun di Desa Awo yang berhasil menurunkan angka stunting hingga 40%. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kerja sama yang solid, penurunan angka stunting dapat dicapai. Beliau juga menekankan pentingnya integrasi program stunting dengan program pembangunan desa lainnya.
Kepala UPTD KB Kecamatan Tammerodo Sendana, Ibu Nurani Sopyan, menekankan pentingnya kerjasama yang erat antar semua pihak yang terlibat. Beliau mengingatkan bahwa masalah stunting tidak dapat diselesaikan secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama yang sinergis dari semua elemen masyarakat.
Kepala UPTD Puskesmas Tammerodo, Ibu Hj. Andi Maspiati, A.Md. Keb., mengajak masyarakat untuk aktif dalam membawa anak-anak mereka ke Posyandu untuk pemantauan kesehatan dan gizi. Beliau juga menekankan pentingnya pencegahan perkawinan dini sebagai salah satu upaya untuk mencegah stunting.
Rembuk Stunting di Desa Manyamba bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan merupakan langkah nyata dan komprehensif dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di Desa Manyamba.
Komitmen bersama dari seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat menghasilkan dampak positif dan berkelanjutan dalam menurunkan angka stunting di Desa Manyamba dan sekitarnya.
(ABI)






