Majene, Garudapos.id – Pemerintah Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, telah menunjukkan komitmen yang kuat dan nyata dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui partisipasi yang sangat sukses dalam Festival Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Tahun Anggaran 2025, yang diselenggarakan di pendopo Rujab Bupati Majene, Sabtu, 17 Mei 2025.

Acara yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme ini tidak hanya menampilkan beragam hidangan makanan dan kue tradisional khas Mandar yang kaya akan gizi, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi yang solid antara pemerintah kecamatan dan masyarakat dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas.

Tujuh desa di wilayah Kecamatan Tammerodo Sendana, yaitu Desa Tammerodo, Tammerodo Utara, Tallambalao, Seppong, Manyamba, Awo, dan Ulidang, berpartisipasi aktif dengan menampilkan aneka ragam kuliner tradisional Mandar yang telah diseleksi dan dipastikan memenuhi standar gizi seimbang yang dibutuhkan untuk mencegah stunting.

Bukan hanya sekedar pameran makanan, setiap stand juga menjadi media edukasi bagi pengunjung untuk memahami pentingnya gizi seimbang dalam pertumbuhan anak. Para peserta dengan ramah menjelaskan kandungan gizi dari setiap hidangan, serta memberikan tips praktis dalam mengolah makanan bergizi dan terjangkau bagi keluarga.

– Peningkatan Akses terhadap Makanan Bergizi: Pemerintah Kecamatan Tammerodo Sendana akan terus berupaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap bahan pangan bergizi dan terjangkau melalui berbagai program, termasuk kerjasama dengan kelompok tani lokal, pengembangan pertanian organik, dan diversifikasi pangan lokal. Upaya ini juga mencakup edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal yang kaya gizi.
​
– Penyuluhan Kesehatan dan Gizi yang Berkelanjutan: Program penyuluhan kesehatan dan gizi akan dilakukan secara berkala dan terjadwal, melibatkan tenaga kesehatan profesional dan kader-kader kesehatan masyarakat. Materi penyuluhan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat, dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami.
​
– Pemantauan dan Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting yang Intensif: Pemerintah Kecamatan Tammerodo Sendana akan melakukan pemantauan dan pendampingan secara intensif kepada keluarga yang memiliki anak balita dengan risiko stunting. Pendampingan ini akan meliputi edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan anak, dan rujukan ke fasilitas kesehatan jika diperlukan. Kerjasama dengan pihak Puskesmas dan kader posyandu akan dioptimalkan untuk memastikan efektivitas program ini.
​
– Penguatan Peran Masyarakat: Pemerintah Kecamatan Tammerodo Sendana akan terus memberdayakan masyarakat melalui berbagai pelatihan dan workshop, guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah makanan bergizi dan menerapkan pola hidup sehat. Partisipasi aktif masyarakat dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam upaya penurunan angka stunting.
“Bapak Edi Bastian,S.E , menambahkan bahwa insya Allah target dua bulan kedepan khusus locus tahun 2025 desa awo dan desa manyamba menjadi konsen dan target penurunan stunting dengan melibatkan steakholder secara inklusif”, ucap Edi Bastian.
Keberhasilan Festival DASHAT 2025 diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Komitmen dan kerja keras yang ditunjukkan oleh pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat patut diapresiasi dan ditiru, karena menunjukkan bahwa dengan kerjasama dan strategi yang tepat, stunting dapat dicegah dan diatasi.
(ABI)






