Garudapos.id – Gowa, Sulawesi Selatan – Praktik kecurangan dalam dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar kembali terungkap di Kabupaten Gowa. Sebuah mobil truk milik PT Inti Abadi logistik terpantau menggunakan modus penggandaan barcode untuk mendapatkan solar subsidi di sejumlah SPBU.
Awak media yang meliput di lapangan menemukan kejanggalan pada mobil logistik tersebut. Mobil enam roda berwarna hitam dengan nomor polisi DD 8839 XX (ISUZU) terlihat dilengkapi dua tangki BBM.
Kecurigaan semakin menguat setelah penelusuran lebih lanjut mengungkap penggunaan barcode ganda untuk mengisi BBM di beberapa SPBU di wilayah Gowa. Diduga, barcode ganda ini digunakan untuk mendapatkan solar melebihi kuota yang seharusnya. Hal ini terkuak setelah mobil truk milik PT Inti Abadi Logistik kedapatan di salah satu SPBU pada Minggu malam 13/04/2025.
Modus operandi yang dilakukan ini disinyalir menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerugian negara akibat penyalahgunaan subsidi BBM.
Pihak kepolisian dan Pertamina setempat diharapkan segera menindaklanjuti temuan ini untuk mengungkap jaringan dan pelaku di balik praktik ilegal tersebut.
Langkah tegas perlu diambil untuk mencegah praktik serupa terulang dan memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan yang ketat terhadap distribusi BBM di seluruh wilayah, khususnya di daerah-daerah yang rawan akan praktik kecurangan.
Setelah dikonfirmasi kepada salah satu pihak PT Inti Abadi Logistik yang berinisial ISM, Ia menyampaikan, “Ini mobil baru jadi pakai barcode mobil lain” , ungkapkan melalui telepon via WhatsApp.
Lanjut ISM mengatakan, “Terkait tangki mobil memang dua karna kita selalu perjalanan jarak jauh” , pungkasnya.
Lanjut ISM mengatakan, “Ini adalah mobil Fadil jadi berita ini saya akan teruskan ke beliau” ,tuturnya, sambil mengirim video yang memuat foto salah satu jendral polisi berpangkat konjen.
Tudak hanya itu, ISM juga menyampaikan, “Pimpinan Saya sepupu dengan bupati gowa dan bupati takalar, kalau sampai besok pagi berita ini tidak di hapus maka pimpinan saya yang akan turun tangan” , tutupnya.






