Majene, Garudapos.id — KOHATI BADKO SULBAR mengutuk tindakan arogansi yang dilakukan oleh oknum mahasiswa STIKES BBM terhadap pengerusakan bendera Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan pencemaran nama baik kader HMI.
Ketua Umum KOHATI BADKO SULBAR, Hijrana, menilai bahwa pengerusakan bendera HMI merupakan penghinaan bagi organisasi dan kader HMI. “Bendera HMI adalah sesuatu yang sakral dan bernilai bagi setiap kader HMI,” ujarnya.
Hijrana juga menyampaikan rasa kekecewaan terhadap birokrasi kampus STIKES BBM yang membungkam mahasiswa dengan doktrinasi anti-demokrasi. “Demonstrasi adalah hak asasi mahasiswa, bukan merusak reputasi kampus,” ujarnya.
Dengan adanya insiden yang terjadi, KOHATI BADKO SULBAR menegaskan kepada yayasan kampus STIKES BBM untuk bertanggung jawab. “Jika insiden tidak terselesaikan dengan cepat, maka KOHATI BADKO SULBAR akan mengambil langkah-langkah strategis, yaitu aksi unjuk rasa,” ujarnya.
(TIM)






