GARUDAPOS.ID|MAJENE — Kecamatan Pamboang kini berada dalam radar pengembangan kakao nasional. Langkah strategis ini menguat seiring kunjungan kerja Tenaga Ahli Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Prof. Ir. Muhammad Arsyad, S.P., M.Si., Ph.D., yang meninjau langsung lokasi penangkaran kakao di wilayah tersebut. Rabu (14/5/26)
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan program pengembangan sektor perkebunan berjalan efektif di tingkat akar rumput, bukan sekadar di atas kertas.
Didampingi jajaran Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat, rombongan Kementan memantau proses produksi bibit kakao unggul bersertifikasi. Bibit-bibit ini disiapkan sebagai fondasi utama untuk mendongkrak produktivitas perkebunan rakyat di Majene dan sekitarnya.
Menariknya, pengelolaan penangkaran ini tidak hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi juga melibatkan peran aktif Petani Milenial Sulawesi Barat. Melalui kerja sama dengan CV Mario Mandiri Perkasa, para petani muda ini disiapkan menjadi tenaga akulator bersertifikasi yang profesional.
Model kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, dan generasi muda ini dianggap sebagai solusi atas persoalan klasik perkebunan: ketergantungan pada bibit berkualitas rendah. CV Mario Mandiri Perkasa berperan aktif dalam mendampingi distribusi hingga memastikan standar mutu bibit tetap terjaga di tangan petani.
Keterlibatan petani milenial dalam program ini memberikan sinyal positif bagi regenerasi sektor pertanian di Sulawesi Barat. Pamboang kini diposisikan sebagai kawasan percontohan pengembangan kakao berbasis teknologi, sertifikasi, dan penguatan kelembagaan.
Target Peningkatan Produktivitas
Dinas Pertanian dan Kehutanan Sulawesi Barat optimis bahwa kunjungan Tenaga Ahli Kementan RI ini akan mempercepat dukungan pusat terhadap hilirisasi kakao.
Dengan penggunaan bibit unggul, produktivitas kakao Sulbar—khususnya di Kabupaten Majene—ditargetkan meningkat signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Momentum ini diharapkan mampu mengukuhkan Pamboang sebagai sentra kakao yang tidak hanya unggul dalam jumlah produksi, tetapi juga memiliki daya saing ekonomi yang kuat di tingkat nasional.(Red*)






