GARUDAPOS.ID|MAJENE – Pemerintah Kabupaten Majene terus berkomitmen mendorong percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sulselbar Kantor Cabang Majene.

Acara strategis ini berlangsung di Aula BPMP Provinsi Sulawesi Barat pada Senin, 11 Mei 2026. Fokus utama dari kerja sama ini adalah penyediaan Fasilitas Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Pemerintah bagi Pemerintah Kabupaten Majene melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Majene, Dr. H. A. Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. A. Ritamariani Basharoe, M.Pd., serta Sekretaris Daerah (Sekda) Majene, H. Ardiansyah, S.STP. Turut hadir pula para kepala OPD terkait dan pimpinan dari PT Bank Sulselbar Cabang Majene.
Dalam sambutannya, Bupati Majene, Dr. H. A. Achmad Syukri Tammalele menekankan bahwa penerapan Kartu Kredit Indonesia merupakan tonggak sejarah dalam pengelolaan keuangan daerah yang lebih profesional.

“Penerapan KKI ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan upaya kita untuk memastikan setiap rupiah anggaran daerah dikelola secara transparan, akuntabel, dan efisien. Ini adalah komitmen kita untuk mempercepat pelayanan publik melalui sistem nontunai yang lebih aman dan terukur,” ujar Bupati Achmad Syukri.
Penggunaan KKI di lingkungan pemerintah daerah merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden guna meningkatkan penggunaan produk dalam negeri serta efisiensi anggaran negara. Dengan adanya KKI, proses pengadaan barang dan jasa pemerintah diharapkan menjadi lebih fleksibel dan terdokumentasi secara digital dengan akurat.
Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran OPD agar segera beradaptasi dengan sistem baru ini. Beliau menegaskan bahwa digitalisasi keuangan adalah kunci untuk mempercepat sirkulasi ekonomi di daerah dan meminimalisir risiko administratif dalam transaksi manual.
Dalam kesempatan yang sama, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Majene turut memaparkan tingkat capaian kinerja pendapatan daerah. Bapenda menyampaikan tren positif dalam serapan pajak daerah semenjak diberlakukannya berbagai kanal pembayaran non-tunai.

Digitalisasi sektor pajak terbukti mampu meningkatkan efisiensi pemungutan dan memudahkan masyarakat dalam membayar kewajiban mereka tanpa harus mengantre di loket fisik. Sinergi antara TP2DD, Bapenda, dan perbankan diharapkan terus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui ekosistem ekonomi digital yang semakin matang.
Pihak Bank Sulselbar Cabang Majene menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan teknis bagi setiap satuan kerja perangkat daerah dalam penggunaan fasilitas KKI ini. Sinergi ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Kabupaten Majene secara menyeluruh.
Penandatanganan ini menandai babak baru dalam tata kelola keuangan daerah Majene yang lebih modern dan adaptif. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kemitraan yang kuat antara pemerintah daerah dan lembaga perbankan dalam memajukan daerah.
Penulis: Abi Garudapos






