Langanan Banjir, Warga Parang Ma’lengu Gowa Terpaksa Rakit Batang Pisang Demi Bertahan Hidup

GOWA, GARUDAPOS.ID – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Sulawesi Selatan mulai memicu kekhawatiran serius bagi warga di Kabupaten Gowa. Salah satu titik yang paling terdampak adalah Dusun Parang Ma’lengu, Desa Pa’nakkukang, Kecamatan Pallangga. Wilayah ini kembali terisolasi akibat luapan air sungai yang rutin terjadi setiap tahunnya.
Kondisi ini seolah menjadi “tradisi tahunan” yang menyengsara bagi warga setempat tanpa adanya solusi permanen dari pihak terkait. Selasa (24/2/26)

Pemandangan memprihatinkan terlihat saat akses jalan utama terputus oleh genangan air. Tanpa adanya perahu memadai, warga terpaksa menggunakan kreativitas ekstrem untuk tetap beraktivitas.

“Kasihan anak-anak kami yang mau pergi sekolah ke kota, juga warga yang harus mencari rezeki. Kalau sudah banjir begini, masyarakat terpaksa menggunakan sampan darurat yang terbuat dari batang pisang hanya untuk bisa menyeberang,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya kepada media.

Menurut penuturan warga, wilayah mereka sangat rentan terhadap luapan air. Hanya dengan hujan deras berdurasi satu hingga dua jam, sungai yang melintasi pemukiman tersebut langsung meluap ke rumah-rumah warga.

Warga menilai, penyebab utama banjir ini adalah pendangkalan sungai dan ketiadaan penghalang air yang memadai. Melalui media, masyarakat Dusun Parang Ma’lengu mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa untuk segera mengambil langkah konkret.

“Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Gowa merespons jeritan kami. Solusi yang kami butuhkan adalah normalisasi sungai dan pembangunan tanggul agar luapan air tidak lagi masuk ke pemukiman setiap kali musim hujan tiba,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga-jaga mengingat cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlanjut. Mereka berharap kunjungan dari instansi terkait bukan sekadar peninjauan formalitas, melainkan membawa perencanaan infrastruktur yang mampu mengakhiri penderitaan warga Parang Ma’lengu yang sudah berlangsung bertahun-tahun.(Red*)

related

Scroll to Top