Garudapos.id – TAKALAR – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar kini tengah berada dalam pusaran kritik tajam. Alih-alih memberikan asupan nutrisi yang optimal bagi masyarakat di bulan suci Ramadan, paket yang dibagikan justru dinilai jauh dari standar kesehatan dan kebutuhan gizi yang semestinya.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan di sosial media, paket makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat hanya berisi komposisi yang sangat sederhana, yakni Roti (sebagai sumber karbohidrat tunggal), Buah-buahan dan Kacang-kacangan.
Kombinasi ini dinilai tidak memenuhi kriteria “Makan Bergizi” yang seharusnya mencakup protein hewani, sayur-sayuran, dan komposisi gizi seimbang lainnya. Kritik muncul karena paket tersebut dianggap lebih menyerupai kudapan ringan (snack) daripada paket makanan utama untuk menunjang kesehatan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Buntut dari temuan ini, sejumlah pihak mendesak adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap kinerja Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang ada di wilayah Sulawesi Selatan. Beberapa titik dapur produksi kini terancam dievaluasi total karena dianggap lalai dalam menyusun menu yang sesuai standar operasional prosedur (SOP) kesehatan.
“Sangat disayangkan, anggaran yang dialokasikan untuk gizi masyarakat justru dialokasikan ke menu yang ala kadarnya. Roti dan kacang bukanlah standar makanan bergizi yang kita harapkan dari program pemerintah,” ujar salah satu Aktivis asal Kabupaten Takalar.
Situasi ini memicu desakan dari masyarakat dan kalangan aktivis agar Pemerintah Kabupaten Takalar segera turun tangan untuk melakukan audit terhadap vendor atau pengelola dapur SPPG guna memastikan anggaran negara benar-benar tersalurkan dalam bentuk nutrisi yang layak bagi rakyat.






