MAJENE, GARUDAPOS.ID – Suasana penuh haru menyelimuti Lapangan Voli Dusun Seppong pada Senin malam (26/01/2026). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Gelombang XXVI Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar malam ramah tamah sebagai tanda berakhirnya masa pengabdian mereka di Desa Seppong, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene.


Mengangkat tema “Bersama dalam Waktu, Terikat dalam Kenangan”, acara ini dihadiri langsung oleh Plt. Sekretaris Camat Tammerodo Sendana, Bapak Muhammad Saleh, S.H.i, mewakili Camat Tammerodo Sendana, Kepala Desa Seppong Bapak Mawardi, S.P., Bhabinkamtibmas Polsek Sendana, Anggota BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga desa yang memadati lokasi kegiatan.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Unsulbar, Ashabul Kahfi, dalam laporannya menyampaikan bahwa selama kurang lebih 40 hari mengabdi, sembilan mahasiswa telah sukses menuntaskan 11 program kerja, yang terdiri dari 9 program individu dan 2 program kelompok.
“Semua program ini tidak akan berjalan tanpa bantuan masyarakat, khususnya pemuda Desa Seppong yang membuat pekerjaan berat menjadi mudah. Kami belajar banyak tentang gotong royong dan kekeluargaan yang sesungguhnya di sini. Kami berharap silaturahmi ini tetap terjalin meski masa KKN telah usai,” ujar Ashabul Kahfi dalam sambutannya yang penuh rasa terima kasih.

Plt. Sekretaris Camat Tammerodo Sendana, Muhammad Saleh, S.H.i, yang mewakili Camat, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi mahasiswa. Dalam sambutan yang diselingi syair Arab dan pantun, beliau menekankan bahwa perpisahan ini hanyalah awal dari silaturahmi yang baru.
“Pertemuan tidak bisa dipungkiri akan selalu diakhiri dengan perpisahan. Pepatah yang mengatakan “orang yang pergi sedih rasanya, sedangkan orang yang ditinggalkan lebih sedih lagi”. Kami merasa sangat kehilangan karena kehadiran kalian memberi nuansa baru yang hidup di kecamatan ini,” tutur Muhammad Saleh. Beliau juga berpesan agar segala hal baik yang didapatkan di Desa Seppong dibawa pulang, sementara hal yang kurang berkenan ditinggalkan di perbatasan desa.

Sementara Kepala Desa Seppong, Mawardi, S.P., turut menyampaikan rasa bangganya terhadap kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Menurutnya, kinerja mahasiswa sangat berdampak positif dalam membangkitkan semangat generasi muda desa.
“Kegiatan kalian mulai dari seminar hingga pelaksanaan program kerja terlaksana dengan sangat baik. Kehadiran kalian memotivasi masyarakat dan membangkitkan semangat anak-anak kami untuk terus maju. Kami memohon maaf jika dalam pelayanan kami selama 40 hari ini ada yang kurang berkenan,” ucap Mawardi. Ia juga menyampaikan terima kasih khusus kepada pemilik rumah yang telah bersedia menjadi posko bagi para mahasiswa.





Acara ramah tamah diakhiri dengan penyerahan cindera mata dari mahasiswa KKN Unsulbar kepada Pemerintah Desa Seppong sebagai simbol kenang-kenangan. Selain itu, dilakukan pula penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba yang telah diselenggarakan selama masa KKN, menambah keceriaan di tengah suasana haru perpisahan.
Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa KKN Universitas Sulawesi Barat tidak hanya sekadar menjalankan tugas akademik, tetapi juga meninggalkan jejak sosial dan emosional yang mendalam bagi masyarakat Desa Seppong.
Laporan: Abi Garudapos






