GARUDAPOS.Id – TAKALAR – Anggota DPRD Kabupaten Takalar, Nur Alim Rukman, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang, kabupaten takalar, sebagai bentuk komitmen nyata dalam mengawal perencanaan pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan. Kehadiran legislator tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
Kegiatan Musrenbang ini dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Bajeng, pada Senin, 19 Januari 2026, dan berlangsung dalam suasana dialogis serta penuh partisipasi. Forum ini menjadi wadah strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, usulan, serta kebutuhan prioritas yang akan menjadi dasar penyusunan program pembangunan ke depan.
Musrenbang Kelurahan Bajeng turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan elemen masyarakat, di antaranya Sekretaris Kecamatan Pattallassang, Kepala Kelurahan Bajeng, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bajeng,Imam Kelurahan dan para Imam Lingkungan se-Kelurahan Bajeng, Kepala Sekolah MTs Pesantren Al-Qamar dan SD Inpres Al-Qamar, serta Ketua LPM dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Nur Alim Rukman menekankan pentingnya Musrenbang sebagai forum krusial dalam menentukan arah pembangunan wilayah. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan perhatian serius terhadap kegiatan ini, bahkan mendahulukannya dibandingkan urusan pribadi apabila memungkinkan.
“Ke belakangkan dulu acara keluarga jika ada undangan kegiatan Musrenbang, karena saya menganggap ini jauh lebih penting. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk berdiskusi dan bermusyawarah mengenai pembangunan di wilayah masing-masing,” tegas Nur Alim di hadapan peserta.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam Musrenbang bukanlah sekadar formalitas atau kepentingan politik jangka pendek, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat yang harus terus hadir dan mendengar langsung aspirasi masyarakat.
“Kami menghadiri kegiatan ini karena tidak ingin dianggap hanya muncul saat menjelang pemilu saja. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus mengawal aspirasi masyarakat,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, berbagai masukan dan usulan disampaikan oleh masyarakat, mulai dari kebutuhan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga sektor pendidikan dan keagamaan. Seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut dan diupayakan untuk dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2027 mendatang.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan perencanaan pembangunan di Kelurahan Bajeng dapat berjalan lebih tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Takalar.






