Sinergi Sehat di Desa Seppong: PKM Tammerodo, KKN Unsulbar, Karang Taruna Abdi Jaya dan Pemdes Seppong Gelar Jalan Santai Cegah Hipertensi

MAJENE, GARUDAPOS.ID – Semangat pola hidup sehat menyelimuti Desa Seppong pada Jumat pagi (16/1/2026). Melalui kolaborasi apik, Mahasiswa KKN Reguler Gelombang XXVI Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) bersama Karang Taruna Abdi Jaya dan Pemerintah Desa Seppong sukses menyelenggarakan kegiatan jalan santai yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Kegiatan ini semakin bermakna dengan kehadiran dan dukungan penuh dari petugas kesehatan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Tammerodo. Kehadiran tim medis ini bukan sekadar sebagai peserta, melainkan juga sebagai pemberi edukasi kesehatan langsung kepada warga yang memadati rute jalan santai.

Petugas kesehatan PKM Tammerodo yang bertugas di wilayah Desa Seppong mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif yang sangat strategis. Berdasarkan data kewilayahan, penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling menonjol di kalangan masyarakat Desa Seppong.

“Jalan santai adalah solusi olahraga yang murah, meriah, namun memiliki dampak luar biasa bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kami memfokuskan kegiatan ini untuk memberikan motivasi bagi warga agar rutin bergerak guna menekan risiko hipertensi,” jelas perwakilan tenaga medis PKM Tammerodo.

Selain menjaga kesehatan kardiovaskular, edukasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut merinci berbagai manfaat jalan kaki rutin, antara lain:
Kekuatan Fisik: Meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot.
Keseimbangan Tubuh: Membantu manajemen berat badan yang ideal.
Kesehatan Mental: Menjadi sarana relaksasi untuk mengurangi stres, memperbaiki suasana hati (mood), hingga meningkatkan kualitas tidur.

Inisiasi yang dimotori oleh Mahasiswa KKN Unsulbar dan Karang Taruna Abdi Jaya ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah desa. Harapannya, antusiasme warga hari ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi awal tumbuhnya kesadaran untuk berolahraga minimal 15 menit setiap hari.

Sinergi antara akademisi, pemuda, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan ini menjadi bukti nyata bahwa membangun desa yang kuat harus dimulai dari tatanan masyarakat yang sehat dan produktif.(Rls/Abi)

related

Scroll to Top