Tragedi Kepala Puskesmas Alu: Tuntutan Keadilan dan Investigasi Mendalam

Polman Sulbar, Garudapos.id — Kasus penganiayaan yang dialami Jamaluddin, S.Kep., Kepala Puskesmas Kecamatan Alu dan Ketua PPNI Kabupaten Polewali Mandar, pasca-operasi pengangkatan gumpalan darah di kepala, menuntut perhatian serius. Luka serius di kepala dan wajahnya menimbulkan kecurigaan akan kesalahan prosedur penangkapan saat pengamanan eksekusi lahan di Pallu’dai. Keluarga dan PPNI menuntut pertanggungjawaban pihak Polres Polewali Mandar. Sabtu, 5 Juni 2025.

Istri korban menjelaskan bahwa suaminya berada di rumah mertuanya untuk mengamankan rumah dari kebakaran. Meskipun seorang polisi memerintahkan mereka untuk mengunci diri di dalam rumah, polisi lain kemudian melakukan pendobrakan paksa dan menyeret paksa semua penghuni, termasuk Jamaluddin. Upaya korban untuk menjelaskan posisinya sebagai penghuni rumah diabaikan. Keluarga mempertanyakan tindakan kekerasan yang mengakibatkan luka serius, menyerupai penyiksaan, dan menuntut penjelasan mengapa evakuasi tanpa kekerasan tidak dilakukan.

Keluarga juga mengungkapkan kesulitan membesuk dan memberikan makanan kepada Jamaluddin di Polres, serta keterlambatan informasi mengenai keberadaan korban di UGD RSUD Andi Depu. Kondisi Jamaluddin yang mengenaskan saat dibesuk menimbulkan keprihatinan mendalam.

Keluarga menuntut agar kepolisian melakukan penyelidikan yang lebih terukur dan tidak emosional, serta menghindari generalisasi terhadap semua orang yang berada di lokasi kejadian.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya penegakan hukum yang proporsional dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Investigasi menyeluruh dan transparan sangat diperlukan untuk mengungkap kebenaran dan memastikan keadilan bagi Jamaluddin dan keluarganya. (TIM)

related

Scroll to Top