Oknum Sipir Diduga Melakukan Penganiayaan Dan Terlibat Peredaran Narkoba Dalam Lapas, Gerak Misi Akan Unjuk Rasa Besar-Besaran

Gerakan Rakyat Dan Mahasiswa Indonesia (Gerak Misi) akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran didepan kantor wilayah kementerian hukum dan hak asasi manusia (Kemenkumham) Sulawesi Selatan dengan tuntutan copot kepala lembaga pemasyarakatan narkotika kelas 2A karena disinyalir menutup nutupi kejahatan dan ketertiban peredaran narkoba yang dilakukan oleh salah satu oknum sipir.

 

Penyiksaan yang dilakukan oknum sipir lapas kepada warga binaan dikarenakan warga binaan ini tidak mampu membayar hutang narkoba yang di tagih oleh oknum sipir.

 

Anehnya, setelah salah satu awak media mengkonfirmasi kepada kepala lembaga pemasyarakatan (Kalapas) melalui chat WhatsApp, kalapas malah tidak membenarkan adanya kejadian tersebut seolah olah ia melindungi oknum sipir dan menutup nutupi adanya peredaran narkoba didalam lapas.

 

Menurutnya, “Saya sudah konfirmasi bahwa tidak benar adanya pemukulan yang dilakukan oleh pak Wawan, dia ada diruang jaga dari tadi dan tidak benar adanya kejadian” , tulis kalapas melalui via chat WhatsApp saat di konfirmasi setelah kejadian pada hari Senin 12 Mei 2025.

 

Karena diduga tidak ada sanksi yang diberikan kepada oknum sipir yang melanggar aturan dan terlibat dalam peredaran narkoba didalam lapas, Gerakan Rakyat Dan Mahasiswa (Gerak Misi) akan melakukan aksi unjuk rasa didepan Kanwil kemenkumham pada hari Rabu tanggal 21/05/2025.

 

Warga binaan lembaga pemasyarakatan narkotika sungguminasa yang bertempat di Blok A, B 8 mendapat penganiayaan keras dari oknum sipir yang biasa di panggil Maman, adapun oknum sipir ini menganiaya WBP dikarenakan iya tidak membayar hutang narkoba yang di tagih oleh oknum sipir tersebut.

related

Scroll to Top