RSUD Majene: Membangun Kembali Kepercayaan Masyarakat

 

Majene, Garudapos.id — Baru 3 bulan menjabat, kinerja manajerial Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dikatakan terpuruk dengan adanya beberapa persoalan serius. Salah satu masalah yang paling mencolok adalah meningkatnya utang RSUD dari Rp 12 miliar menjadi Rp 16 miliar.

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, utang RSUD sebenarnya sudah mencapai Rp 17 miliar sejak peralihan manajemen 3 bulan yang lalu. Bukan Rp 16 miliar seperti yang dilaporkan sebelumnya. Selasa 4 Maret 2025

Ironisnya, penurunan utang RSUD justru menunjukkan angka yang lebih rendah, yaitu Rp 12 miliar, setelah terbayar sekitar Rp 5 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa RSUD memerlukan obat generik, bukan paten, untuk memenuhi kebutuhan pasien.

Namun, perlu diingat bahwa RSUD tidak memiliki masalah dengan obat paten jika didukung dengan anggaran yang memadai. Sebelum peralihan manajemen 3 bulan yang lalu, keadaan RSUD sudah kronis dengan berbagai permasalahan.

Dengan demikian, perlu dilakukan evaluasi yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebab utama masalah yang dihadapi RSUD dan mencari solusi yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kita perlu melakukan evaluasi yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebab utama masalah yang dihadapi RSUD,” ungkap dr. Musadri.

Dalam kesempatan ini, pihak RSUD juga mengajak masyarakat untuk tidak terlalu percaya pada informasi yang beredar di media sosial.

“Kita perlu memastikan informasi yang kita terima adalah benar dan akurat,” tambah dr. Musadri.

Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memahami situasi yang sebenarnya dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat.

(ABI)

related

Scroll to Top