Majene, Garudapos.id — Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. A. Ritamariani Basharoe, M.Pd., menunjukkan komitmen nyata terhadap inklusivitas dengan menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan lomba merangkai bunga dan merangkai gantungan kunci bagi penyandang disabilitas. Kegiatan inspiratif ini bertempat di Cafe The Twilight, Jalan Capt. Usman Jafar, Labuang, Kecamatan Banggae Timur, pada Kamis, 23 Juli 2026.
Acara yang sarat akan nilai kepedulian sosial ini diikuti oleh antusiasme tinggi dari para peserta. Tercatat sebanyak 20 orang penyandang disabilitas ambil bagian, didampingi oleh 20 pendamping anak, serta dihadiri oleh 20 tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

Kehadiran Wakil Bupati Majene dalam acara tersebut turut didampingi oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majene, di antaranya:
Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak
Sekretaris Dinas Koperasi
Perwakilan Dinas Pendidikan (Kabid Pendidikan)
Camat Banggae Timur
Kepala Perpustakaan
Kehadiran para pejabat ini menjadi simbol sinergi dan perhatian pemerintah daerah dalam memberikan ruang serta kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan berekspresi.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan secara resmi, Wakil Bupati Majene Dr. Hj. A. Ritamariani Basharoe, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan pandangannya yang mendalam terhadap pentingnya ruang inklusif bagi penyandang disabilitas:
“Penyandang disabilitas bukanlah kelompok yang harus dibatasi ruang geraknya, melainkan bagian dari masyarakat kita yang memiliki potensi, bakat, dan kreativitas luar biasa. Melalui kegiatan merangkai bunga dan gantungan kunci hari ini, kita tidak sedang sekadar melihat sebuah perlombaan keterampilan tangan, tetapi sedang membangun fondasi mental—memupuk rasa percaya diri, melatih motorik, serta menumbuhkan rasa kebersamaan di antara mereka.”
Beliau juga menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Majene untuk terus mendukung langkah-langkah yang memberikan kesetaraan ruang bagi penyandang disabilitas, agar mereka tahu bahwa mereka memiliki ruang yang aman untuk berekspresi dan bermain tanpa rasa khawatir.

Manajer Cafe The Twilight, Andi Asrafah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk memacu keterampilan (skill) anak-anak disabilitas agar tumbuh dengan rasa percaya diri yang tinggi serta memahami arti penting kebersamaan.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Majene menyambut baik gagasan agar kreativitas anak-anak disabilitas ini tidak berhenti hanya sampai di meja perlombaan, melainkan didorong untuk bernilai ekonomis tinggi.
“Saya sangat sependapat bahwa hasil karya merangkai bunga dan suvenir ini sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi suvenir resmi di berbagai event kepariwisataan dan pemerintahan di Kabupaten Majene. Terlebih lagi, dalam waktu dekat kita akan menyongsong ajang Majene Run,” ungkap Wakil Bupati.
Beliau menambahkan bahwa jika karya anak-anak disabilitas dapat dijadikan suvenir resmi pada ajang Majene Run mendatang, maka manfaatnya akan berganda: ekonominya dapat, pahalanya dapat, dan kebanggaan bagi Kabupaten Majene pun dapat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta seperti Cafe The Twilight, para pendamping, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu mengikis stigma dan terus memberdayakan potensi penyandang disabilitas secara berkelanjutan di Kabupaten Majene.(Red*)





