Sentuhan Kemanusiaan Polres Takalar untuk Ibu Hamil dan Anak Stunting

Garudapos.id – Takalar – Dari Pa’batangan hingga Soreang, Program Jumat Berkah Tunjukkan Dampaknya

Takalar – Program Jumat Berkah kembali digelar Polres Takalar pada Jumat, 13 Februari 2026, sekitar pukul 07.30 Wita. Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Mapsu ini dipimpin Kapolsek Mapsu Iptu Sumarwan, S.Psi, didampingi KBO Sat Binmas Ipda Syarifuddin, S.H, Kasidokkes Ipda drg. Nur Ayu Wahyuni, staf Binmas, personel Polsek Mapsu, serta Polwan Polres Takalar.

Jumat Berkah yang rutin dilaksanakan Satuan Binmas setiap pekan tersebut diwujudkan melalui penyaluran makanan bergizi berupa nasi kotak kepada kelompok rentan, yakni ibu hamil dan anak stunting (balita) di sejumlah desa dan kelurahan.

Program ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam mendukung upaya pencegahan stunting sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat.

Data lapangan menunjukkan tren penurunan angka stunting di beberapa wilayah. Di Desa Pa’batangan, jumlah anak stunting berkurang dari sembilan menjadi tujuh anak, dengan tujuh ibu hamil terdata tetap.

Di Desa Patani, angka stunting turun dari 14 menjadi 10 anak, sementara ibu hamil tercatat dua orang. Penurunan juga terlihat di Kelurahan Takalar, di mana jumlah ibu hamil berkurang dari 18 menjadi 10 orang dan anak stunting dari 17 menjadi 14 anak.

Sementara itu, di Desa Soreang, ibu hamil turun dari 10 menjadi delapan orang dan anak stunting dari 16 menjadi 14 anak.

Secara keseluruhan, penerima manfaat kegiatan ini mencapai 27 ibu hamil dan 45 anak stunting. Kelebihan paket makanan bergizi turut disalurkan kepada para lansia di wilayah setempat sebagai bentuk kepedulian sosial yang lebih luas.

Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman melalui Kasat Binmas AKP H. Sarro menegaskan bahwa Jumat Berkah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan representasi kehadiran nyata Polri di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa upaya pencegahan stunting dan pendampingan ibu hamil berjalan secara berkesinambungan. Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung program kemanusiaan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tren penurunan angka stunting menjadi indikator positif hasil sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat. Dengan pendampingan rutin, edukasi gizi, serta kepedulian bersama, kita optimistis angka stunting di Kabupaten Takalar dapat ditekan secara bertahap dan berkelanjutan,” kata AKP H. Sarro.

Asw-19

related

Scroll to Top