Dikejar Warga, OTK Berendam Tengah Malam 4 Jam, Ternyata Salah Paham Bahasa, Polisi Berhasil Selamatkan Nyawa WNA Asal Tiongkok

 

Garudapos.id|Malunda, Majene — Seorang pria yang sempat menghebohkan warga Desa Lombong, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Kamis malam (12/2/2026), akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian setelah berendam di laut selama kurang lebih empat jam.

Kapolsek Malunda, IPTU Antonius, memastikan pria tersebut bukan pelaku tindak kejahatan maupun orang dengan gangguan kejiwaan sebagaimana sempat diasumsikan warga. Peristiwa itu diduga dipicu persoalan miskomunikasi bahasa.

Saat kejadian, Kapolsek bersama personel Polsek Malunda langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan warga terkait keberadaan seorang orang tak dikenal (OTK) yang masuk ke laut dan bertahan selama beberapa jam.

Proses Evakuasi Terkendala
Proses evakuasi sempat mengalami kendala. Pria tersebut bertahan di perairan dengan ketinggian air mencapai dada, berada di area gelap, serta beberapa kali menunjukkan sikap menolak didekati warga dan petugas.

Mengunakan perahu warga mencoba melakukan pendekatan persuasif, yang bersangkutan sempat memperlihatkan indikasi akan melukai diri sendiri. Demi menghindari risiko yang tidak diinginkan, petugas memilih melakukan pemantauan dari bibir pantai sambil berkoordinasi untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif.

Melihat banyaknya warga yang memadati lokasi, Kapolsek mengimbau masyarakat untuk membubarkan diri. Diduga, keberadaan kerumunan membuat pria tersebut enggan naik ke darat.

Setelah situasi lebih sepi, pria itu terlihat berjalan menyusuri perairan sejauh kurang lebih 500 meter dari bibir pantai. Ia bahkan sempat berenang menyeberangi Sungai Dekin. Sekitar pukul 03.00 WITA, tampa sehelai pakaian pria tersebut akhirnya naik ke daratan dan berhasil dievakuasi untuk diamankan. Polisi kemudian membawanya ke puskesmas untuk penanganan awal.

“Pas diamankan, ekspresinya hanya berkata ‘polisss… polisss… polisss…’,” ujar Kapolsek menirukan ucapan pria tersebut. Ia menambahkan, pria itu tampak lega saat melihat kehadiran polisi setelah berjam-jam berada di laut.

Berdasarkan hasil perkembangan pemeriksaan awal, diketahui pria tersebut merupakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok bernama Liu ****.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, ia sebelumnya berada di Makassar dan diduga kebingungan serta kehabisan uang. Ia juga diduga meninggalkan hotel karena masa berlaku visanya telah habis, hingga akhirnya tiba di wilayah Malunda.

Kapolsek menegaskan, tidak ditemukan tanda-tanda keterlibatan dalam tindak pidana maupun indikasi gangguan kejiwaan seperti informasi yang sempat beredar di masyarakat.

“Pengejaran oleh warga hingga berujung berendam di laut diduga karena miskomunikasi. Mungkin yang bersangkutan bertahan di laut untuk mengamankan diri karena takut terjadi salah paham soal bahasa. Tidak ada upaya tindak kejahatan. Ini murni kesalahpahaman. Warga tidak paham bahasa asing, dan yang bersangkutan tidak memahami bahasa Indonesia,” ujar Kapolsek saat ditemui di kantornya.

Berkat Keberhasilan kinerja Polsek Malunda Dalam penyelesaian kasus yg terbilang langkah patut di apresiasi. selanjutnya diserahkan secara resmi kepada pihak Imigrasi pada Jumat siang (13/2/2026) di Mapolsek Malunda untuk penanganan lebih lanjut di Kantor Imigrasi Kelas II Polewali.

Kapolsek Malunda juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak bertindak gegabah apabila menemukan orang yang mencurigakan, serta segera melaporkannya kepada aparat setempat…..

©️EPN

****Kronologi Awal Pengejaran telah kami rilis di Pemberitaan sebelumnya ****berikut narasinya

Sebelumnya, warga Desa Lombong digegerkan oleh aksi pengejaran terhadap pria tersebut pada Jumat dini hari.

Menurut keterangan Sirajuddin, warga setempat, pria itu awalnya ditemukan tidur di salah satu rumah warga di Dusun Parabaya sekitar pukul 22.30 WITA. Saat ditanya identitasnya, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban jelas dan justru berbicara menggunakan bahasa asing.

“Awalnya ditanya baik-baik, tapi tidak menjawab. Tidak lama kemudian dia berbicara menggunakan bahasa asing, seperti bahasa Cina,” ujar Sirajuddin yang ikut melakukan pengejaran.

Tak lama kemudian, pria tersebut tiba-tiba melarikan diri. Warga yang curiga langsung meneriaki dan melakukan pengejaran sejauh kurang lebih 400 meter melalui jalan poros hingga ke arah Pantai Wisata Banana Boat Deking.

Di lokasi itu, pria tersebut sempat melakukan perlawanan dan diketahui membawa senjata tajam. Ia kemudian kembali melarikan diri ke arah laut dan bertahan di perairan dangkal dengan kedalaman sekitar satu meter.
Pria itu terlihat mondar-mandir sekitar 30 meter dari bibir pantai dan sempat menjadi tontonan warga. Saat itu sempat beredar dugaan bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan mental.

Hingga sekitar pukul 01.30 WITA, aparat kepolisian masih berjaga di lokasi. Proses evakuasi belum berhasil dilakukan karena keterbatasan akses serta kondisi pria tersebut yang diduga berupaya melukai diri sendiri saat hendak diamankan.

Pihak kepolisian terus melakukan pendekatan persuasif hingga akhirnya pria tersebut berhasil diamankan dalam kondisi selamat.

©️EPN

related

Scroll to Top