Garudapos.id – TAKALAR – Rabu, 12/02/2026 – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar tengah mendapat sorotan tajam. Hal ini menyusul adanya laporan mengenai kualitas bahan pangan, khususnya daging ayam, yang diduga sudah tidak layak konsumsi karena mengeluarkan aroma berbau menyengat saat hendak dibagikan kepada siswa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan kuat mengarah pada paket makanan yang diproduksi oleh salah satu dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG)yang berlokasi di Kalampa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.
Beberapa saksi di lokasi menyebutkan bahwa aroma tak sedap tersebut terdeteksi sesaat setelah kotak makanan dibuka. Daging ayam yang seharusnya menjadi sumber protein utama dalam menu tersebut justru memicu kekhawatiran akan potensi keracunan makanan di lingkungan sekolah.
“Aromanya sangat mengganggu dan tidak segar. Kami khawatir jika ini tetap dikonsumsi, dampaknya akan buruk bagi kesehatan anak-anak. Seharusnya ada pengecekan kualitas sebelum makanan dikemas,” ungkap salah satu warga yang memantau jalannya distribusi.
Kejadian ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Masyarakat dan orang tua siswa mendesak agar instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan pengelola pusat program MBG di Takalar, untuk segera turun tangan.
Ada beberapa poin krusial yang diminta untuk segera ditindaklanjuti:
-Audit Standar Operasional (SOP). Pihak terkait diminta memeriksa prosedur penyimpanan bahan baku di Dapur Kalampa, termasuk kelayakan alat pendingin
-Pengecekan Supplier yaitu dengan Melacak asal-usul daging ayam yang dipasok ke dapur SPPG tersebut untuk memastikan apakah kerusakan terjadi sejak dari pemasok atau saat proses pengolahan.
-Sanksi Tegas apabila ditemukan unsur kelalaian dalam penanganan pangan, masyarakat meminta adanya sanksi tegas bagi pengelola dapur agar kejadian serupa tidak terulang.
-Uji Sampel dengan Mendesak pihak berwenang untuk mengambil sampel makanan dari dapur tersebut guna dilakukan uji laboratorium guna memastikan kandungan bakteri atau zat berbahaya lainnya.
Program Makan Bergizi Gratis adalah program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM. Oleh karena itu, integritas dan kebersihan dapur produksi di tingkat kecamatan seperti di Pattallassang harus menjadi prioritas utama.
“Jangan sampai program yang tujuannya mulia ini justru mencederai kesehatan masyarakat hanya karena lemahnya pengawasan di tingkat bawah,” pungkas seorang tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur SPPG di Kalampa belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti munculnya aroma tidak sedap pada menu daging ayam tersebut.






